Skip to content →

Apa itu SEO?

Sidekil.com – Apakah kalian pernah berpikir berapa jumlah artikel blog setiap harinya ditulis? Pengguna wordpress saja bisa menerbitkan 2 juta artikel setiap harinya.

Itu berarti orang lain bisa menerbitkan lebih dari 200 artikel saat kalian membaca 2 paragraf artikel ini.

Ingat, itu hanya pengguna wordpress saja, sudah terbayang kan kalau angka diatas akan jauh lebih besar.

Dengan jumlahnya segitu banyak, pasti sangat sulit untuk menjadikan artikel kalian menjadi yang sukses atau mengungguli artikel-artikel lainnya dengan tema yang sama.

Pada saat kalian berfikir cara agar artikel kalian bisa menjadi sukses, SEO adalah jawabannya.

Pengertian SEO

Menurut wikipedia, SEO adalah serangkaian proses yang dilakukan secara sistematis yang bertujuan untuk meningkatkan volume dan kualitas trafik kunjungan melalui mesin pencari menuju situs web tertentu dengan memanfaatkan mekanisme kerja atau algoritme mesin pencari tersebut.

Menurut saya (baca:sidekil), SEO adalah proses optimalisasi konten atau artikel kalian agar bisa menduduki posisi teratas di mesin pencari dengan kata kunci tertentu.

Jika kita bicara tentang SEO, ada dua hal mutlak yang harus ada. Mesin pencari dan pengguna mesin pencari (user). Contohnya, jika kalian punya artikel tentang “cara memasak rendang”, kalian pasti menginginkan artikel kalian berada di urutan teratas mesin pencari (google).

SEO adalah cara yang akan kalian gunakn untuk memaksimalkan artikel kalian untuk memperoleh posisi teratas di hasil pencarian Google dengan kata kunci yang telah kalian atur dalam artikel tersebut.

Penjelasan lebih lanjut mengenai SEO

Sebelum tahu lebih dalam mengenai SEO, alangkah baiknya kita mengetahui bagaimana mesin pencari bekerja.

Bagaimana mesin pencari (google) bekerja?

Google search engine bekerja berdasarkan lebih dari 200 faktor yang mempengaruhi sebuah artikel agar bisa menempati urutan teratas.

Menurut Backlinko dari lebih dari 200 faktor tersebut dibagi menjadi 9 komponen :

  • Domain Factors
    (Umur domain, sejarah domain, kata kunci,….)
  • Page-Level Factors
    (kata kunci di artikel, struktur website, sitemap, kecepatan website,…)
  • Site-Level Factors
    (kualitas artikel untuk user / pembaca, trust domain, halaman kontak,…)
  • Backlink Factors
    (Backlink dari domain berumur, link dari web yang berbeda IP, …)
  • User Interaction
    (Manfaat artikel untuk user, berapa lama user membaca, dan berapa halaman yang dibuka,…)
  • Special Google Algorithm Rules
    (Sejarah pencarian pembaca, rich snippet mesin pencari,…)
  • Brand Signals
    (Kata kunci brand, mempunyai halaman di Social media,…)
  • On-Site Webspam Factors
    (Sejarah penalti google, banned google, deindex google,…)
  • Off-Site Web spam Factors
    (Website diretas, backlink yang tidak sewajarnya,…)

Untuk lebih lengkapnya silahkan baca di Backlinko (Google Ranking Factors)

Ada beberapa hal yang harus diketahui lebih mendalam tentang SEO ini :

  • White hat & Black hat (ada juga grey hat)
  • Optimalisasi On page
  • Optimalisasi Off Page

Black Hat & White Hat or Grey Hat

Sebenarnya sangat sederhana mendefinisikan apa itu Black Hat, cara ini merupakan type SEO yang hanya mementingkan konten kalian untuk mesin pencari. Lho kok? bukannya seo memang tujuannya menguasai mesin pencari?

Maksud saya di sini adalah, optimalisasi konten yang tidak mempertimbangkan faktor pembaca. Banyak sekali cara melakukannya dan menyalahi aturan yang sudah ditetapkan Google hanya untuk mendapatkan posisi teratas.

Lebih lanjutnya cara ini hanya akan menjadikan konten kalian, konten spam, halaman-halaman yang tidak jelas, spam kata kunci. Google biasanya akan cepat menghukum SEO yang seperti ini dengan banned website, bahkan menghilangkan posisinya di mesin pencari.

Ingat! Fokus kepada optimalisasi jangka panjang, agar bisnis kalian bisa bertahan lebih lama daripada pesaing kalian.

White Hat

Ini merupakan cara sebaliknya dari Blackhat, membangun proses untuk jangka panjang.

memberikan konten yang terbaik, membuatnya mudah diakses oleh para pembaca sehingga mereka akan lebih betah di konten kalian.

Pilihlah secara bijak cara yang akan kalian lakukan…

Grey Hat

Cara ini lebih dibilang, campuran sedikit black hat dan white hat. Bisa dibilang, melakukannya seperti melakukan White hat, padahal ada sedikit black hat didalamnya.

Seperti yang kita ketahui bersama, standarisasi Google tidak pernah 100% jelas dan mengikat. Seringkali Google bisa memberi pertimbangan lain pada sebuah konten.

Sebagai contoh? Menurut kalian Guest Blogging itu merupakan black hat atau white hat?

Seprti yang saya kutip dari Search Engine Journal mengenai Guest Blogging, Google bukan penyuka Guest blogging.

Tetapi Google mempertimbangkan alasan lain, yaitu sebagai Brand Awareness. Jadi guest post masih bisa dilakukan tetapi harus sebatas wajar.

Mungkin para pakar SEO diluaran sana tidak sependapat dengan saya, itu normal kok Hu… itu yang membuat Digital Marketing, Online Marketing dan SEO menjadi lebih menyenangkan. 2 Pemain SEO berlomba-lomba menggunakan 2 teknik yang berbeda untuk memenangkan permainan. #FairEnough

(akan lebih lengkap pada update berikutnya), nulis ternyata capek ya

Published in SEO

Comments

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *